Apa Itu QRIS? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Transaksi Digital

Jumat, 21 November 2025 - 01:12
Apa Itu QRIS? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Transaksi Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia mengalami transformasi besar dalam hal cara bertransaksi. Uang tunai yang dulu menjadi alat pembayaran utama kini mulai tergeser oleh sistem transaksi digital yang lebih cepat, aman, dan efisien. Salah satu inovasi paling penting dalam transformasi ini adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) — sebuah sistem pembayaran berbasis QR code yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Kehadiran QRIS tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi finansial, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam mendorong inklusi keuangan dan mendukung ekonomi digital nasional.

QRIS diciptakan untuk menyatukan berbagai jenis QR code pembayaran yang sebelumnya terpisah, seperti milik OVO, GoPay, Dana, LinkAja, ShopeePay, dan lain-lain. Sebelum QRIS diterapkan, pedagang sering kali harus menempelkan banyak kode QR dari berbagai penyedia layanan pembayaran digital di meja kasir, sehingga menyulitkan konsumen dalam memilih metode pembayaran. Kini, dengan satu kode QRIS saja, semua aplikasi pembayaran digital bisa digunakan. Artinya, baik pengguna maupun pelaku usaha dapat bertransaksi tanpa batas platform dan dengan proses yang jauh lebih efisien.

Artikel ini akan membahas secara sangat mendalam pengertian QRIS, cara kerja teknologinya, manfaat yang ditawarkan, jenis-jenis transaksi yang dapat dilakukan, serta bagaimana sistem ini berperan besar dalam membangun masa depan ekonomi digital Indonesia. Mari kita telaah bersama bagaimana QRIS mengubah cara masyarakat Indonesia berinteraksi dengan uang di era serba digital ini.

Apa Itu QRIS?

Apa Itu QRIS?

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standar nasional untuk pembayaran menggunakan QR Code di Indonesia. QRIS dikembangkan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk menyatukan berbagai jenis kode QR yang digunakan oleh penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) seperti bank, fintech, maupun dompet digital.

Sebelum adanya QRIS, setiap penyedia layanan keuangan digital memiliki kode QR masing-masing, yang berarti pengguna hanya bisa membayar menggunakan aplikasi yang sesuai dengan kode tersebut. Misalnya, kode QR OVO hanya bisa dibayar dengan aplikasi OVO, dan kode QR GoPay hanya bisa dibayar dengan GoPay. Kondisi ini menyebabkan fragmentasi sistem pembayaran digital dan membatasi efisiensi transaksi.

Dengan diterapkannya QRIS, kini semua sistem pembayaran berbasis QR di Indonesia harus mengikuti satu standar nasional yang sama. Ini berarti satu kode QR dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran digital, baik dari bank maupun non-bank. QRIS menjadi solusi untuk menciptakan interoperabilitas antara berbagai sistem pembayaran dan memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat menikmati kemudahan transaksi digital secara menyeluruh.

Baca juga: Apa Itu Account Receivable? Definisi, Jenis, dan Cara Mengelolanya

Tujuan dan Latar Belakang Diciptakannya QRIS

Penerapan QRIS memiliki sejumlah tujuan strategis yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi digital nasional. Bank Indonesia menginisiasi QRIS dengan beberapa sasaran utama berikut:

  1. Meningkatkan efisiensi sistem pembayaran
    QRIS menghapus redundansi sistem pembayaran yang selama ini terpecah. Dengan adanya satu standar, pelaku usaha cukup memiliki satu kode QR, sehingga biaya dan waktu pengelolaan transaksi menjadi lebih efisien.

  2. Mendukung inklusi keuangan (financial inclusion)
    Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum memiliki akses ke sistem perbankan formal. Dengan QRIS, mereka dapat menerima pembayaran digital tanpa perlu rekening bank yang rumit. Ini membuka pintu bagi jutaan pelaku UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem keuangan digital.

  3. Mendorong digitalisasi ekonomi nasional
    Dengan QRIS, transaksi digital menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga mempercepat pergeseran dari ekonomi berbasis tunai ke cashless society.

  4. Menjamin keamanan dan standarisasi sistem pembayaran
    QRIS dikembangkan dengan prinsip keamanan tinggi sesuai regulasi Bank Indonesia dan dirancang agar mudah diintegrasikan oleh penyedia layanan pembayaran mana pun.

Cara Kerja QRIS: Dari Pemindaian hingga Transaksi Selesai

Secara sederhana, cara kerja QRIS melibatkan tiga pihak utama:

  • Pengguna (pembeli) yang memiliki aplikasi pembayaran digital,
  • Merchant (penjual) yang menyediakan QRIS, dan
  • Penyelenggara sistem pembayaran (bank/fintech) yang memproses transaksi.

Berikut alur kerja QRIS secara mendetail:

  1. Pembuatan Kode QRIS oleh Merchant
    Pelaku usaha mendaftarkan diri ke penyedia QRIS (bank atau fintech yang menjadi PJSP). Setelah disetujui, merchant akan mendapatkan kode QRIS unik yang berisi identitas usaha mereka.

  2. Pemindaian Kode oleh Konsumen
    Saat bertransaksi, konsumen cukup membuka aplikasi pembayaran digital apa pun yang mendukung QRIS, kemudian memindai kode QR tersebut.

  3. Input Nominal dan Konfirmasi Transaksi
    Setelah pemindaian berhasil, konsumen memasukkan jumlah uang yang harus dibayar (kecuali untuk QRIS dinamis yang sudah memiliki nominal otomatis).

  4. Proses Otorisasi dan Transfer Dana
    Sistem pembayaran akan memverifikasi saldo pengguna, memproses transaksi, dan mentransfer dana ke akun merchant.

  5. Notifikasi Transaksi Berhasil
    Baik konsumen maupun merchant akan menerima notifikasi transaksi berhasil secara real-time.

Keseluruhan proses ini berlangsung dalam hitungan detik, membuat QRIS menjadi salah satu metode pembayaran paling praktis di era digital.

Jenis-Jenis QRIS Berdasarkan Fungsinya

Bank Indonesia membedakan QRIS menjadi beberapa jenis, tergantung pada model transaksi dan arah pembayarannya. Berikut adalah klasifikasinya:

  1. QRIS Merchant Presented Mode (MPM)
    Ini adalah model QRIS yang paling umum digunakan oleh pelaku usaha. Merchant menampilkan kode QR (statis atau dinamis), kemudian konsumen memindai untuk melakukan pembayaran.

  2. QRIS Customer Presented Mode (CPM)
    Dalam model ini, justru konsumen yang menampilkan kode QR, dan merchant memindainya. Model ini sering digunakan di sistem transportasi modern atau di kasir swalayan yang menggunakan mesin pemindai cepat.

  3. QRIS Cross Border
    Fitur baru yang memungkinkan transaksi lintas negara menggunakan QRIS. Saat ini QRIS sudah dapat digunakan di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

  4. QRIS Tuntas (Transfer, Tarik Tunai, Setor Tunai)
    QRIS tidak hanya digunakan untuk transaksi pembayaran, tetapi juga mulai dikembangkan untuk layanan keuangan seperti transfer antar pengguna, tarik tunai, dan setor tunai di mesin atau agen tertentu.

Manfaat QRIS bagi Pelaku Usaha dan Konsumen

Penerapan QRIS membawa banyak manfaat yang sangat signifikan baik bagi pelaku usaha maupun bagi masyarakat secara luas.

Bagi Pelaku Usaha (Merchant)

  1. Satu kode untuk semua pembayaran
    Tidak perlu menempelkan banyak kode QR dari berbagai platform. Satu kode QRIS bisa menerima semua pembayaran digital dari berbagai aplikasi.
  2. Transaksi tercatat otomatis
    Setiap pembayaran langsung tercatat dalam sistem, memudahkan pembukuan dan pelaporan keuangan.
  3. Tidak perlu uang kembalian
    Pembayaran digital menghapus kesulitan dalam menyediakan uang kembalian.
  4. Lebih aman dari risiko uang palsu atau pencurian tunai.
  5. Meningkatkan citra usaha yang modern dan efisien.

Bagi Konsumen

  1. Praktis dan cepat — cukup dengan memindai kode QR tanpa perlu membawa uang tunai.
  2. Dapat digunakan lintas platform — pengguna OVO bisa membayar ke merchant DANA, GoPay, dan sebaliknya.
  3. Aman dan transparan — transaksi terekam secara digital, mengurangi potensi kesalahan atau penipuan.
  4. Mendukung gaya hidup cashless dan efisiensi waktu.

Keamanan dan Regulasi QRIS

QRIS diatur langsung oleh Bank Indonesia, sehingga setiap penyelenggara sistem pembayaran yang ingin menggunakan QRIS wajib terdaftar dan diawasi secara ketat. Proses enkripsi data dan sistem autentikasi ganda diterapkan untuk memastikan setiap transaksi berlangsung aman.

Beberapa lapisan keamanan QRIS mencakup:

  • Enkripsi end-to-end antara pengguna dan sistem penyedia.
  • Tokenisasi data untuk menghindari kebocoran informasi pribadi.
  • Pemantauan transaksi mencurigakan oleh sistem Bank Indonesia dan ASPI.
  • Kepatuhan pada prinsip KYC (Know Your Customer) bagi merchant.

Dengan langkah-langkah ini, risiko kejahatan digital seperti phishing, skimming, atau pencurian identitas dapat diminimalisasi secara signifikan.

Dampak QRIS terhadap Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Digital

QRIS memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia. Banyak pelaku usaha kecil yang sebelumnya tidak mampu mengakses layanan keuangan kini dapat menerima pembayaran digital hanya dengan ponsel dan koneksi internet.

Menurut data Bank Indonesia, jumlah merchant QRIS telah menembus lebih dari 30 juta pada tahun 2025, dan mayoritas di antaranya adalah pelaku UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa QRIS berperan nyata dalam mendorong inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi rakyat.

Selain itu, QRIS membantu pemerintah dalam memperluas basis data ekonomi mikro. Transaksi yang tercatat secara digital dapat digunakan untuk penilaian kredit (credit scoring) oleh lembaga keuangan, sehingga memudahkan UMKM memperoleh akses pendanaan.

Tantangan dan Pengembangan QRIS ke Depan

Meskipun sukses besar, implementasi QRIS juga menghadapi beberapa tantangan:

  1. Keterbatasan literasi digital, terutama di daerah pedesaan.
  2. Ketergantungan pada koneksi internet, yang membuat transaksi sulit dilakukan di wilayah tanpa jaringan stabil.
  3. Kurangnya edukasi terhadap merchant, terutama dalam hal keamanan dan penggunaan yang benar.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bank Indonesia terus memperluas program edukasi dan digitalisasi keuangan inklusif, serta bekerja sama dengan operator telekomunikasi dan fintech untuk memperkuat infrastruktur digital nasional.

Ke depan, QRIS diproyeksikan akan berkembang menjadi sistem pembayaran yang tidak hanya mencakup transaksi ritel, tetapi juga layanan publik, transportasi, hingga transaksi lintas negara dengan integrasi ASEAN.

Baca juga: 12 Cara Menjadi Kaya yang Jarang Diajarkan di Sekolah

Cara Menggunakan QRIS untuk Pelaku Usaha

Bagi pelaku usaha yang ingin menggunakan QRIS, langkah-langkahnya cukup mudah:

  1. Daftar ke penyedia QRIS resmi seperti bank atau fintech berizin BI.
  2. Lengkapi data usaha dan identitas diri.
  3. Tunggu verifikasi dan aktivasi akun.
  4. Cetak kode QRIS dan pasang di tempat usaha.
  5. Terima pembayaran dari semua aplikasi digital.

Proses ini biasanya hanya memakan waktu 1–3 hari kerja dan dapat dilakukan sepenuhnya secara online.

Kesimpulan

QRIS telah menjadi salah satu inovasi finansial paling berpengaruh dalam sejarah sistem pembayaran Indonesia. Dengan menyatukan berbagai metode pembayaran digital ke dalam satu standar nasional, QRIS bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif, efisien, dan aman.

Melalui pemanfaatan QRIS, baik pelaku usaha besar maupun kecil kini dapat menjangkau pelanggan lebih luas tanpa hambatan sistem atau teknologi. Sementara bagi konsumen, QRIS menghadirkan kenyamanan dan keamanan dalam setiap transaksi. Ke depan, dengan dukungan pemerintah dan perkembangan teknologi finansial, QRIS akan terus menjadi pilar utama menuju ekonomi tanpa uang tunai (cashless society) yang berkelanjutan di Indonesia.

Rizal Rasyid
Rizal Rasyid
Rizal Rasyid adalah seorang bisnis konsultan berpengalaman yang telah membantu berbagai perusahaan mencapai pertumbuhan strategis. Dengan keahliannya dalam mengidentifikasi peluang bisnis dan mengoptimalkan operasi perusahaan, Rizal memiliki rekam jejak yang kuat dalam memberikan solusi efektif untuk berbagai tantangan bisnis.